24 Januari 2008
Gaza: Menuju Krisis Kemanusiaan?

Peta  Jalur Gaza dan perbatasan (source:BBC)

Konflik kemanusiaan di Jalur Gaza sedikit teratasi dengan dijebolnya tembok perbatasan Gaza-Mesir pada Selasa dini hari (22/1) lalu. Hal ini sudah bisa ditebak, mengingat peringatan yang dikeluarkan sehari sebelumnya oleh pejuang Hamas setelah Mesir menolak membuka perbatasan dengan Gaza.

Jurubicara kementerian luar negeri Mesir, Hossam Zaki mengatakan kepada BBC, warga Palestina tidak akan dihalangi membeli keperluan mereka di Mesir. 

"Mesir sejak dulu tidak pernah dan tidak berkeinginan untuk menekan atau menghalangi kebutuhan dasar warga Palestina," kata Zaki. 

"Jika mereka datang ke sini dengan jumlah sebanyak ini, sampai puluhan ribu, sebagai tanggapan atas situasi buruk yang mereka hadapi karena blokade Israel atas Jalur Gaza, maka mereka boleh datang dan belanja apapun yang mereka inginkan dan kemudian kembali lagi ke Gaza," ujarnya.

(dikutip  dari BBC: http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/01/080123_rafahhole.shtml)

Masa Depan Gaza dan Mesir

Rakyat Gaza beramai-ramai menuju Mesir setelah perbatasan Gaza-Mesir dijebol oleh militan Hamas. Tampak Mesir di seberang tembok perbatasan, dan Gaza di depan. (Sumber: BBC)

Terima kasih yang besar dan syukur harus saya panjatkan pada Allah swt, yang telah memberi izin bagi para pejuang militer Hamas untuk menjebol tembok perbatasan ini. Sebab, rakyat Gaza seolah berada dalam sebuah "penjara besar" mengingat blokade di utara, timur, dan barat oleh Israel.  Tindakan Israel mengirim serangan udara di atas wilayah Gaza memang tidak dapat dibenarkan. 

Bahkan, PBB bersuara keras mengenai hal ini sehingga beberapa hari lalu Israel kembali memasok listrik ke Gaza. Meski Gaza sudah di ambang krisis kemanusiaan, namun PM Israel Ehud Olmert tetap membantah Gaza belum mencapai tahap "krisis kemanusiaan".

Jadi, apakah Israel harus menunggu Gaza mengalami krisis kemanusiaan dahulu sebelum membuka blokade terhadap Gaza?

Saya berpendapat bahwa tindakan Mesir untuk mendiamkan desakan rakyat Gaza untuk membuka perbatasan adalah hal yang dapat dibenarkan. Sebab hal ini akan mencegah Mesir dari tuduhan AS telah membantu terorisme di Palestina. Dan memang lebih baik bagi Mesir untuk mengambangkan status perbatasan Gaza pada saat ini, ketimbang menutupnya kembali.

Tindakan Mesir yang membiarkan warga Gaza berbelanja dan berobat di wilayahnya adalah hal yang harus didukung. Satu-satunya harapan bagi Gaza hanyalah wilayah Mesir, yang notabene tidak lagi direcoki Israel setelah penandatanganan perjanjian Camp David. Dengan ini, Mesir tidak melanggar perjanjian Camp David karena wilayah perbatasan Rafah tidak lagi ditangani Israel.

Walau demikian, pertanyaannya adalah sampai kapan hal ini akan berlanjut? akankah tindakan Mesir dan Hamas dihentikan oleh AS dan Israel? Wallahu alam.

Label:

posted by Kevin Wilyan @ 15:36   0 comments
17 Januari 2008
Survei kecil-kecilan animanga di stasiun Kota
Oke! ini waktunya survei! :good:

Kevin Wilyan sebagai seorang yang biasa menggunakan KRL tentu jamak untuk bertemu dengan berbagai macam orang, dari kuli sayur sampai eksekutif perlente, dan dari pengemis perempuan sampai siswi SMU dengan rok pendek :lolz:.

Kali ini survei diadakan di stasiun Kota pada jam 17.00 sebelum menunggu KRL. Karena ini board AOI, maka kali ini saya akan mensurvei seputar anime.

Saya mula-mula menyasar persepsi masyarakat tentang anime secara umum. Lumayan, dari 5 orang yang saya tanya, 2 orang telah menganggap anime bukan konsumsi anak-anak (begitulah pertanyaan saya dari para tukang penjual di sekitar stasiun).
Pertanyaan kedua adalah pengenalan anime. Kali ini saya menyasar gadis SMP dan SMA (dengan sedikit cibiran dan sangkaan saya adalah lolicon :nyahaha: ). Saya pun menanyakan sejumlah judul anime. Dari 5 orang gadis, semuanya blank saat saya tanya apakah itu Shana, Clannad, ataupun Code Geass. Tapi saat entri Death Note saya tanyakan, mereka sungguh lancar menjelaskannya. Sungguh hebat!

Kali ini saya pun sudah berada di dalam KRL. Dan saya pun menyasar orang kantoran yang tampaknya mafhum akan animanga. Saya mulai menanyakan pertanyaan kepada seorang eksekutif muda perempuan. Tampak sebuah majalah anime di tangannya. Saya pun berdiskusi dengannya, dan justru hasilnya malah saya sendiri yang tidak menguasai apa yang ia omongkan.
Berikutnya, saya beralih ke rangkaian Depex yang berangkat di belakang Pakuan Bogor. Saya pun menanyai seorang lelaki yang asyik dengan MP3 playernya. Saya mengajukan pendapat akan perkembangan anime manga di Indonesia. Dan ia pun mafhum dengan pendapat masyarakat sekarang tentang anime yang masih dianggap kartun anak-anak. Sungguh hebatnya, ia pun juga mengaku seorang otaku. Kembali saya dibuat bingung dengan apa yang ia omongkan.

Well, kesimpulannya banyak sekali orang yang paham dengan animanga, namun mereka masih menyebar dan belum sepenuhnya "bangkit" dan sadar akan potensi diri mereka. Kini tinggal usaha kita membuat mereka ini benar-benar "bangkit" dan memajukan perkembangan animanga di indonesia!

Label: ,

posted by Kevin Wilyan @ 00:39   0 comments
30 Desember 2007
Teman adalah... (diskusi ringan dengan pak Lukman)
"note: ini ditulis berdasarkan diskusi dengan senior saya, pak Lukman, yang kadang jahil kadang iseng tapi baik seh. No problem, yang penting isinya, kan?"

Teman itu berarti seseorang di luar diri kita yang mengenal kita dan berkenan berbicara dengan kita. Dia bisa siapa saja. Bisa orang tua kita, bisa tetangga, bisa rekan kantor atau saudara kita sendiri. Teman adalah orang yang tidak membuat kita merasa buruk juga tidak membuat kita menjadi buruk Sedangkan musuh kita adalah sebaliknya, orang yang membuat kita merasa buruk dan lebih buruk lagi dia dengan sengaja membuat kita menjadi lebih buruk.

Wah, kata-kata itu mengalir begitu saja dari bibir manakala putriku satu-satunya mempertanyakan apa arti seorang teman. Tak tahu bagaimana menerangkan dengan lebih jelas lagi definisi teman dan musuh. Ini bukan pertama kalinya aku kesulitan menerangkan definisi suatu hal pada seorang anak berusia 10 tahun.

Berusaha menjelaskan dengan bahasa yang paling sederhana yang bisa mereka mengerti. Sementara pengetahuan dan wawasanku juga terbatas. Apa yang kuterangkan lebih kepada apa yang kutahu saja dan apa yang kurasa dari pengalaman hidupku. Kusadari kadang jawaban-jawabanku tidak bisa memuaskannya namun kuyakinkan hatiku bahwa bagaimana pun setiap jawabanku ditujukan sekaligus untuk mendidiknya menjadi lebih baik.

“Jadi teteh boleh pilih-pilih teman?”

“Ya tergantung dong sayang…”

“Tergantung gimana?”

“Kalau maksud teteh itu pilih-pilih mana yang kaya mana yang miskin, pilih berteman dengan yang pinter aja atau yang cantik aja, itu tidak boleh. Kita tidak boleh membatasi diri berteman dengan siapa pun. Yang kaya, yang miskin, yang cantik, yang jelek, yang pinter, yang bodoh, itu semua bisa kita jadikan teman. Sementara jika ada yang mengajak pada hal-hal buruk maka itu berarti dia bukan teman. Kita bisa menganggapnya sebagai musuh namun tetap memperlakukan mereka dengan adil.”

"Ngga ngerti ah Mah, yang ga boleh teteh jadikan teman yang seperti apa?"

"Gini, kalau ada teman teteh yang suka ngajak teteh melakukan yang jelek, itu artinya dia bukan teman teteh. Kalau ada orang yang suka berkumpul dan mempengaruhi teteh agar membenci orang lain maka itu juga artinya dia bukan teman teteh. Orang seperti itu harus dihindari karna akan membat hati teteh jadi buruk. Mamah tidak mengizinkan teteh memiliki kebencian dalam hati pada siapa pun termasuk pada musuh teteh itu. Teteh cukup menghindari agar tak terpengaruh sifat buruknya tapi tak perlu membencinya. Sekalian nih mamah juga mau kasih tau teteh agar teteh tidak membangun sifat iri hati pada orang lain, apalagi sama saudara sendiri karena iri hati inilah yang biasanya mendorong kita menjadi miskin jiwa.”

Tanpa kusadari, pertanyaan putri sulungku justru membuka celah baru bagi pikiranku, beruntungnya aku selama ini telah memiliki banyak teman yang selalu mau berbagi, yang menunjukkan hal-hal positif, memperkaya jiwaku dengan kebaikan-kebaikan yang mereka tularkan padaku tidak saja lewat kata-kata tetapi lebih pada perilaku keseharian. Pikiranku melayang dan mereka-reka…

Teman adalah seseorang yang mau menunjukkan di mana letak kesalahanku, bukan seseorang yang membicarakanku di belakang dan membiarkanku tetap dengan kesalahan yang ku buat tanpa tahu apa yang salah.

Teman adalah seseorang yang tidak menumbuhkan perasaan negatif dalam hati dan pikiranku. Teman adalah seseorang yang menegurku manakala aku membicarakan orang lain. Teman adalah seseorang yang tidak membiarkanku menghabiskan waktu dengan sia-sia untuk sekedar mengobrol tanpa makna.

Teman adalah yang seseorang tidak pernah berbicara kasar dan mempengaruhiku untuk ikut bicara kasar. Teman adalah seseorang yang ingin aku menjadi lebih baik. Teman adalah seseorang yang membuatku berpikir positif dan tidak berprasangka buruk Teman adalah… pasti masih banyak kata-kata lain yang mewakili arti seorang teman…

Dan kutemukan, bukanlah teman jika orang itu membuat jiwa kita jadi miskin dan penuh prasangka negatif karena pastilah dia menjerumuskan kita agar berperilaku negatif tanpa kita sadari.

Malam kian larut, kucoba menutup mata dan berdoa agar keluarga ini memiliki teman yang bermanfaat dan bisa memperkaya jiwa kami semua dan juga agar keluarga ini dijauhkan dari kebencian dan rasa iri hati…


Akhir tahun 2007,
Thanks buat semua orang yang membuat jiwaku merasa lebih kaya! Subahanallah, ternyata anak adalah sumber terdekat kita untuk bisa belajar menjadi lebih baik lagi…
posted by Kevin Wilyan @ 23:56   0 comments
18 Desember 2007
Tarif KRL (Ekspres) akan naik???
Saya memang sengang dan telah menjadikan KRL bagian dari hidup "wong tiap pagi dan sore selalu naik KRL". Dan seperti biasa selalu ikut milis KRL-mania (meski gak pernah posting). Sampai siang ini saya dapat kabar mengejutkan.

=====================================================================================
http://krlmania.com/sinyal/read.php?id=994
December 18, 2007 09.49 AM
Tarif KRL AC 'Naik'

KRLmania.com,
Mulai tanggal sau Januari nanti, PT KA akan menghapuskan tarif diskon KRL Ekspres yang selama ini berlaku. KRL AC tersebut dengan kata lain akan mengalami kenaikan harga tiketnya.

'Kenaikan' harga tiket KRL ekspres tersbut akan dialami oleh KRL AC di semua jalur. Misalnya :
Bogor - Kota / Tanah Abang, dari Rp 11.000,- menjadi Rp 13.000,-
Bogor - Tanah Abang-Serpong, dari Rp 16.000,- menjadi Rp 18.000,-
Bojonggede - Kota / Tanah Abang, dari Rp 11.000,- menjadi Rp 13.000,-
Depok - Kota/ Tanah Abang, dari Rp 9.000,- menjadi Rp 10.000,-
Bekasi - Kota/Tanah Abang, dari Rp 8.000,- menjadi Rp 10.000,-
Serpong - Kota / Sudirman, dari Rp 8.000,- menjadi Rp 10.000,-
Tangerang - Kota / Sudirman, dari Rp 7.500,- menjadi Rp 9.000,-

Meurut Kepala Humas Daops.I dan Jabotabek PT KA, Ahmad Sujadi, yang kami hubungi pagi ini, untuk mengurangi tingkat kebocoran di KRL-KRL tersebut, PT KA akan mengadakan operasi 'razia' besar-besaran untuk 'memberantas' penumpang gelap.

Rencana 'kenaikan' tarif KRL AC ini oleh sebagian Roker dinilai sangat kontra produktif. Menurut mereka, hal ini malah akan memicu semakin bertambahnya jumlah penumpang gelap yang enggan membeli karcis KRL AC. "Jumlah penumpang gelap yang cuman bayar goceng bakal bertambah dengan adanya kenaikan ini," ujar Erwin, Roker Bojonggede. "PT KA mau ngadain razia besar-besaran setiap hari?. Sampe malem ?. Sampai yang jam 18.21 dari kota dan 19.25 Tanah Abang ?. Siapa yang mau razia di Kalibata / Cawang atau Manggarai ?," tanyanya.

"Kalau dinaikin kayak gitu tarifnya, PT KA harusnya sekarang segera mengoperasikan KRL AC ekonomi di jalur Bogor. Minimal KRL 'south line; yang kemarin ditunda pengoperasiannya segera dijalankan."

(nc)
=====================================================================================

Waaa! Saya sebagai pengguna KRL yang setia dan selalu beli karcis (sudah insyaf jadi gocenger sebelum ketangkep PKD, bukannya apa-apa) tentu saja sangat menolak. Pelayanan belum maksimal, kok sudah dinaikkan? PTKA seharusnya berbenah diri dulu, dong!

Sesuai tulisan, harga diskon yang biasa kita bayar (Rp 11.000 dari yang seharusnya tertulis Rp 13.000) akan dihapuskan. Walaupun sebenarnya, sudah ribuan orang yang tertipu untuk membayar harga Rp 13.000, disebabkan ketidaktahuan mereka. Dan sejak tahun lalu PTKA seolah membiarkan sisa Rp 2.000 ini masuk ke kantung pribadi para oknum penjual karcis ekspres.

Anda yang tidak biasa naik krl, krd, atau langsam (apalah namanya) mungkin akan beranggapan biasa saja. Tapi bagi kami, para pengguna KRL, kenaikan tarif yang akan diberlakukan awal tahun 2008 ini sangatlah mengecewakan. Terutama kami yang selalu beli karcis, masih dikecewakan dengan banyaknya penumpang gelap yang bertebaran di seluruh rute Jabotabek.

Dan yang perlu anda tahu, sebagian pengguna KRL Pakuan tidaklah memiliki banyak uang. Kebanyakan bagi mereka adalah pekerja kelas menengah yang mendapat gaji sekitar 2 sampai 3 kali lipat UMK. Dan alasa mereka memilih KRL Pakuan juga karena harga yang harus dikeluarkan akan lebih murah ketimbang menggunakan bis, mobil, atau motor pribadi. Selain bebas macet, juga akan lebih murah bila kita tidak mesti berpindah-pindah bis, ataupun membakar premium dengan percuma di tengah jalan karena terjebak macet. Ini berarti menghemat subsidi negara juga, kan?

Bila anda sedikit meluangkan waktu untuk mengamati (baik penumpang dari Kota ataupun Tanah Abang), cobalah intip gerbong depan. Pada kondisi tertentu (bila penuh dan penjagaan longgar), anda dapat menemukan dengan mudah kabin masinis yang "penuh sesak" baik oleh masinis dan penumpang gelap. Mereka ini biasanya masuk dari gerbong 1 dan membuka pintu kabin masinis, untuk kemudian meneruskan perjalanan dengan berdiri di sana. Ini berlaku untuk KRL dari arah Kota. Namun, dari arah Tanah Abang, anda bisa mengintip saat KRL memasuki stasiun Manggarai. Dari dalam gerbong bila anda melongok ke depan, terlihat banyak sekali penumpang gelap yang mencoba untuk menyerbu masuk ke dalam kabin masinis.

Huh, saya benar-benar sangat kecewa (saat menulis ini) dan berencana untuk menggugat PTKA (sama seperti yang dilakukan pengguna jalan tol) atas ketidaknyamanan ini. Ya, KRL di Jakarta masih sering terlambat (kecuali pagi). Nyatanya KRL terakhir Pakuan Bogor dari Kota pukul 18.21, prakteknya bisa molor sampai jam 7 malam. Belum lagi ketidaknyamanan yang dirasakan (meski tak separah pengguna KRL ekonomi) seperti penumpang gelap, "geng arisan", bahkan seringkali dari KRL itu sendiri seperti AC yang mati. Ini sudah sering dirasakan para roker (istilah untuk penumpang KRL) rute Serpong, yang perjalanannya mesti terganggu dengan langsam dll.

Jadi inikah hasil dari pergantian kepala Divisi Jabotabek? Berubah saja tidak, malah menyengsarakan penumpang! Katanya Anda mempromosikan KRL kepada pengguna baru dengan iklan, sedangkan kami penumpang lama seolah dibiarkan merana atau didiamkan saja!

Label:

posted by Kevin Wilyan @ 18:22   0 comments
10 Desember 2007
Anime dan Rasa "Nasionalisme"
Saya masih ingat beberapa tahun lalu, masih sejaman dengan masuknya berbagai macam anime ke Indonesia, dimana berbagai manga menyerbu pasaran komik Indonesia. Sampai saya mendapat berita yang ironis tentang seseorang mangaka ternama yang turut andil merubah masa depan komik di Indonesia, untuk selamanya.
Saat berbagai manga diterbitkan dalam format dibalik kiri ke kanan, ia adalah salah satu mangaka yang menolak keras pembalikan ini. Saya tak tahu pasti apa maksudnya, namun secara pribadi saya bertekad akan melaknat dan mengutuknya seumur hidup saya. Karena dia, kini penerbit tidak lagi membalik lagi buku komik yang diterbitkan di Indonesia.
Bagi para pemerhati dunia anime atau para otaku, pasti paham siapa yang saya maksud. Tak lain tak bukan adalah Takehiko Inoue (terserah saya mau menulis bagaimana, wong ini blog saya) yang membuat manga Vagabond dan Slam Dunk (animenya sedang tayang lagi di sebuah televisi satelit swasta). Saat Elex mau memasukkan buku ini layaknya manga yang telah masuk lebih dulu (seperti Conan), ia menolak dengan keras. Seakan-akan ia berprinsip lebih baik ia tak mendapat uang daripada karyanya diterbitkan. Namun, malah Elex yang "ngeper". Aneh, tapi nyata.
Menurut penerbit, memang pembalikan seperti ini tak diperlukan lagi, karena ia tak berpengaruh banyak bagi pembaca. Namun ini akan sangat menggangu bila yang dibalik adalah manga bertema detektif atau teka-teki, sehingga dialog dan petunjuk menjadi tidak sinkron. Bila ini alasannya, mengapa mereka tak mengubah saja dialognya agar sesuai.
Kembali ke topik rasa nasionalisme, memang kasus ini tak separah dan seheboh klaim Malaysia atas lagu Rasa Sayange. Namun saya merasa di satu sisi penerbit di Indonesia tak lagi memperhatikan konten dimana mutu penerbitan semakin menurun, namun di sisi lain sensor semakin terasa. Kini anak jaman sekarang semakin memilih budaya dari negeri lain dan perlahan meninggalkan budaya sendiri.
Hal ini dibantah keras oleh komunitas penggemar kebudayaan Jepang, karena mereka tidak hanya melihat gaya namun meniru pula semangat dan kedisiplinan orang Jepang. Mereka pun ingin meluruskan pendapat miring tentang mereka, dan menyatakan hanya sebagian kecil orang yang seperti itu (tidak memperhatikan budaya negeri sendiri).
Ah, seandainya waktu bisa kembali, saya ingin manga Jepang dibuat rasa Indonesia, sehingga semuanya dibuat rasa Indonesia. Harga dalam rupiah, kota dalam rasa Indonesia (jadi ingat dulu Doraemon dimana ada cerita Nobita Lari Sampai Surabaya), dan tulisan Jepang diterjemahkan. Ah sayang sekali.

Label:

posted by Kevin Wilyan @ 23:18   0 comments
about me
Nama: Kevin Wilyan
Lokasi: Jakarta, Indonesia

Saya mengelola KAORInews, yang dedikasinya untuk menciptakan otaku Indonesia yang ramah, bersahabat, dan lebih merakyat.

Terima Kasih
Free Domain Name - www.YOU.co.nr!
Udah Lewat
Archives
Kategori
sutbok
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
konter pengunjung
Links
Template by
Free Blogger templates